Deliberate Strategy vs Emergent Strategy
Deliberate strategi adalah suatu pola tindakan yang memang kita rencanakan sejak awal, sedangkan emergent strategy adalah pola tindakan yang muncul tiba-tiba di tengah jalan sebagai respon terhadap situasi tak terencana.
Mungkin banyak
dari kita pikir tujuan goal atau tujuan hidup itu harus ditemukan
sebelum lulus kuliah atau diputuskan dengan mind map yang sudah jelas dan
lengkap dari A sampai Z. Kemudian setelah diputuskan maka harus terus dikejar
serta nggak boleh diubah. Tapi kenyataannya, banyak orang yang baru menemukan
tujuan hidup mereka setelah bereksperiman berkali-kali, setelah mencoba
berbagai pekerjaan. Dari eksperimen, kita jadi lebih kenal diri kita; apa yang
membuat kita bahagia, yang kita nggak sukai, atau yang kita jago lakukan.
Nah, buat yang
merasa sudah tahu goal hidup dan karier apa yang mau dikejar, jangan
tutup mata juga dengan kesempatan lain dan strategi emergent yang mungkin saja
muncul di kemudian hari.
Dalam hidup ini,
kita mesti pintar-pintar nih untuk memilih kapan menggunakan strategi
deliberate dan emergent. Bisa jadi menemukan goal besar hidup itu adalah soal
menyeimbangkan antara yang deliberate dan emergent (deliberate-emergent). Kita
mesti punya goal, tapi tetap terbuka untuk kesempatan baru, atau bahkan siap
untuk banting setir.
Bagaimana kita
tahu apakah sebaiknya pakai strategi deliberate atau ganti ke strategi
emergent?
Kenyataannya,
yang sulit itu justru bagaimana kita bisa tahu harus tetap kejar strategi
deliberate atau pindah ke strategi emergent yang tiba-tiba muncul. Bagaimana kalau yang muncul 20 opsi?
Bagaimana kita bisa tahu kesempatan dan jalan mana yang harus diambil?
Jadi, bagi kalian
yang merasa krisis identitas dan bingung karena kebanyakan opsi, mungkin bisa
melihat masalah dengan kacamata yang lebih optimis. Pelan-pelan, terus navigasi
antara strategi deliberate dan emergent-nya.
Apa mutlah semua
manusia perlu punya goal besar dalam hidup?
Memang tidak ada
yang mutlak, karena hidup dan preferensi kita beragam. Mungkin ada dari kamu
yang ingin hidupnya mengalir saja seperti air. Itu semua sah-saja, karena
lagi-lagi ini hidup kamu, pilihan kamu.
Meskipun begitu,
penting untuk dipahami bahwa kerangka berpikir pemngambilan keputusan dibangun
dengan dasar adanya sebuah tujuan atau goal yang mau dicapai.
Terlebih,
sebenarnya “bisa hidup santai” pun bisa dianggap sebaga tujuan atau goal juga
bagi sebagian orang. Sebab untuk mencapai “hidup mengalir saja” pun butuh
keputusan-keputusan tertentu untuk mencapainya.
Jadi. Jangan
terintimidasi atau demotivasi karena ada kata “besar”. Goal atau tujuan hidup
nggak harus sesuatu yang ambisius. Bisa saja sesuatu yang sederhana, asalkan
membuat kalian merasa bahagia dan tercukupi (fullfilled).
(Disarikan dari buku "MAKANYA, MIKIR!: Panduan Berpikir untuk Hidup Lebih Bahagia", karya Abigail Limuria & Cania Cita)

Posting Komentar untuk "Deliberate Strategy vs Emergent Strategy"